Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties Review: Worth It atau Tunggu Diskon?
6 mins read

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties Review: Worth It atau Tunggu Diskon?

word-buff.com – Yakuza Kiwami 3 review ini mencoba menjawab satu pertanyaan simpel: layak dibeli sekarang, atau lebih baik tunggu diskon besar? Sega membawa kembali petualangan Kiryu di Okinawa serta Kamurocho dengan balutan Kiwami, plus ekspansi Dark Ties. Namun, keputusan mereka menyentuh cukup banyak elemen inti, terutama combat dan struktur misi, sehingga rasanya bukan sekadar remaster beresolusi tinggi.

Bagi penggemar lama Yakuza 3 original, kehadiran Yakuza Kiwami 3 memicu rasa penasaran sekaligus cemas. Apakah nuansa emosional panti asuhan Morning Glory masih kuat? Apakah pacing cerita masih terasa lambat? Yakuza Kiwami 3 review ini akan membedah perbedaan remake, menjelaskan mode baru, menilai konten sampingan, lalu menutup dengan penilaian jujur: worth it di harga penuh, atau tunggu harga miring.

Perbedaan Utama Yakuza Kiwami 3 vs Yakuza 3 Original

Hal pertama yang terasa saat memulai Yakuza Kiwami 3 ialah perombakan presentasi visual. Model karakter tampil lebih detail, tekstur kota tampak tajam, serta pencahayaan lebih modern. Okinawa terlihat lebih hangat, pantai terasa hidup, sementara Kamurocho memancarkan aura neon suram khas remaja malam Tokyo. Namun, ini bukan lompatan generasi penuh, lebih mirip remaster berat ketimbang remake total ala Kiwami pertama.

Pacing cerita juga mendapat penyesuaian. Beberapa adegan lambat dipangkas, dialog bertele-tele diperketat, terutama awal cerita yang dulu terasa menyeret. Untuk pemain baru, alur kini terasa lebih fokus pada konflik Kiryu, politik yakuza, serta drama panti asuhan. Di sisi lain, sebagian penggemar mungkin kehilangan momen kecil yang dulu memberi napas panjang pada karakter pendukung, meski tidak vital untuk plot utama.

Yakuza Kiwami 3 review ini tidak bisa mengabaikan penataan ulang substories. Banyak subquest lama kembali dengan dialog disesuaikan, juga beberapa kasus baru. Struktur penanda di peta membuat pencarian misi sampingan jauh lebih ramah pemain modern. Namun konsekuensinya, rasa “tersesat santai” khas Yakuza 3 original sedikit berkurang. Kini, permainan mendorongmu lebih aktif mengejar ikon di minimap, bukan sekadar mengamati sudut jalan lalu memicu kejadian unik secara organik.

Combat Baru: Lebih Modern, Tapi Kehilangan Karakter?

Salah satu perubahan paling menonjol pada Yakuza Kiwami 3 ialah sistem combat yang diselaraskan dengan gaya modern seri Ryu Ga Gotoku. Animasi serangan lebih halus, respons tombol terasa cepat, serta kamera lebih bersahabat. Transisi masuk keluar pertarungan juga dipersingkat, membuat eksplorasi kota mengalir tanpa banyak gangguan loading. Untuk pemain yang alergi combat kaku era PS3, ini peningkatan signifikan.

Namun, perubahan ini punya efek samping. Yakuza 3 original dikenal punya tempo tarung agak lambat, tapi memberikan rasa bobot pada setiap pukulan. Di Kiwami 3, beberapa pemain bisa merasa semua lebih lincah, namun juga sedikit generik. Gaya bertarung Kiryu terasa mendekati game Yakuza modern lain. Identitas unik entry ketiga agak terkikis. Sebagai penulis Yakuza Kiwami 3 review, saya merasa puas secara teknis, tapi rindu keanehan khas combat lama.

Heat Action tetap brutal, walau animasi diperbarui. Tombak payung, papan reklame, kursi bar, semua kembali jadi senjata improvisasi menyenangkan. Sistem upgrade skill juga lebih rapi, dengan pohon kemampuan lebih jelas. Bagi pemain baru, ini membantu sekali. Bagi veteran, upgrade terasa sedikit terlalu cepat sehingga pertarungan normal cepat kehilangan tantangan. Tingkat kesulitan normal mungkin terasa ringan, jadi opsi hard patut dipertimbangkan sejak awal.

Mode Baru dan Ekspansi Dark Ties

Dark Ties menjadi faktor penting dalam Yakuza Kiwami 3 review ini. Ekspansi ini menawarkan skenario tambahan berbasis konflik gelap antara faksi yakuza, menonjolkan sisi paling brutal dunia bawah Tokyo. Alih-alih sekadar bonus kecil, Dark Ties terasa seperti kampanye mini. Struktur misinya cukup padat dengan fokus aksi lebih intens, cocok untuk pemain yang sudah menamatkan cerita utama.

Mode baru juga hadir sebagai variasi konten. Misalnya, arena pertarungan khusus dengan gelombang musuh berlevel tinggi. Di sini, sistem combat baru benar-benar diuji. Pola serangan musuh lebih agresif, memaksa pemain memakai dodge, parry, serta manajemen Heat secara taktis. Ini jadi pelengkap bagus bagi mereka yang menganggap campaign utama kurang menantang. Namun, mode ini berpotensi terasa repetitif jika kamu tidak terlalu suka grinding.

Dark Ties memiliki nilai tambah naratif, meski tidak sedalam cerita utama. Ada beberapa cameo karakter favorit serta dialog tajam khas seri Yakuza. Di sisi lain, penokohan baru belum cukup kuat menyaingi drama panti asuhan Morning Glory. Jadi, saya melihat Dark Ties lebih tepat disebut “bumbu pedas” daripada menu utama. Untuk penilaian harga, kehadiran ekspansi ini jelas menaikkan value keseluruhan paket Yakuza Kiwami 3.

Konten Sampingan: Surga Mini‑Game Masih Menggoda?

Konten sampingan tetap menjadi nyawa setiap ulasan Yakuza Kiwami 3 review yang jujur. Karaoke, biliar, golf, pachinko, serta beragam aktivitas kecil lain masih hadir. Presentasi mini‑game terasa lebih bersih, kontrol lebih responsif. Substories tetap menyajikan komedi aneh, satire sosial, hingga momen mengharukan tak terduga. Sebagian misi sampingan klasik direvisi supaya dialog terasa lebih relevan bagi pemain masa kini. Meski begitu, tidak semua eksperimen baru berhasil. Ada beberapa aktivitas tambahan terasa dangkal, lebih mirip pengisi daftar fitur ketimbang bagian penting ekosistem permainan. Namun kalau kamu tipe pemain yang gemar tenggelam puluhan jam di luar misi utama, Kiwami 3 masih menawarkan taman bermain luas, bahkan lebih terkurasi, dibanding versi PS3. Pada akhirnya, apakah Yakuza Kiwami 3 layak harga penuh sangat tergantung preferensi. Bila kamu penggemar berat seri Yakuza, ingin melihat kembali cerita Kiryu di Okinawa dengan visual modern, serta tertarik mengeksplor Dark Ties, game ini cukup pantas dibeli day one. Untuk pemain baru yang penasaran setelah menamatkan Kiwami 1 dan 2, rilis ini memberi jembatan lebih mulus ke era tengah seri. Namun bila kamu tipe pembeli sensitif harga, tidak tergila-gila konten sampingan, serta sudah menamatkan Yakuza 3 original beberapa kali, saya pribadi menyarankan menunggu diskon signifikan. Refleksi terakhir dari Yakuza Kiwami 3 review ini: remake ini bukan interpretasi ulang radikal, melainkan rekonsiliasi antara nostalgia dan standar kenyamanan modern. Tidak sempurna, kadang kehilangan sisi unik entry ketiga, namun tetap menjadi cara paling praktis mengunjungi kembali salah satu bab penting perjalanan Kiryu.